Hari itu aku menyesal luar biasa. Angkutan umum yang aku tumpangi harus mengantar siswi SMA sampai halaman, padahal waktu itu, sudah pukul 06.50. Pasti terlambat, aku menduga keras pasti terlambat, pasti perempuan itu pacar si sopir. Aku pun sempat memarahinya. Perempuan itu pun turun pelan sekali, seperti manja saja. Ya, ampun………..ternyata gadis itu cacat kakinya, harus pakai kreg. Suatu saat nanti aku akan menemuinya dan minta maaf.
Arsip untuk ‘Tak Berkategori’ Kategori
karangan Narasi
Februari 9, 2008SAWAH
Februari 9, 2008Sawah tersusun di lereng gunung
Berpagar dengan bukit barisan (Metafora)
Sayup-sayup ujung keujung (personifikasi)
Padi mudanya hijau berdandan (personifikasi)
Di dangau perawan duduk menyulam (Alusio)
Matanya memandang padi huma (Metafora)
Sekali-klai ia bermalam (Alusio)
Dipetik dari hatinya mudanya (personifikasi)
AMANAT
Februari 9, 2008Aku lalai di pagi hari
Bila lengah di masa muda
Kini hidup meracun hari
Miskin ilmu miskin harta
Amant yang disampaikan melalui puisi di atas adalah tentang penyesalan seseoarng karena tidak mempergunakan masa mudanya dengan sebaik-baiknya.
ETIKA
Februari 9, 2008Etika adalah ilmu tentang baik buruk serta tentang hak dan kewjiban moral atau akhlak. Etika juga berarti suatu perbuatan yang resmi yang ditentukan menurut peraturan, namunjuga dapat berarti tindak tanduk yang baik, wajar dan sederhana yang memenuhi persyaratan masyarakat setempat.
Pada umumnya, orang mempunyai keinginan untuk dihormati dan dikenal orang sebagai orang penting. Apabila dalam suatu pertemuan atau perayaan kita dianggap oarng yang tiadak berarti, maka kita merasa amat kecewa, bahkan sakit hati. Dalam majalah, buku, atau film sering digambarkan wajah seseoarng dengan sebutan orang yang ramah, mudah bergaul, dan menghargai perasaan orang lain, dan sebagainya. Hal itu karena ia memahami dan mempergunakan etika dengan baik.
Perlu kita ingat bahwa keramahtamahan harus wajar, bukan bersifat sandiwara atau dibuat-buat. Keramahtamahan yang dibuat-buat tidak dapat berlangsung lama. Dalam pembicaraan yang panjang misalnya, keramahtamahan yang dibuat-buat ini dapat tiba-tiba hilang.
Dalam suatu pergaulan, kita perlu memperhatiakn orang lain. Apabila seseorang melakukan sesuatu yang berbeda dengan kebiasan kita sehari-hari, tidak perlu kita mencomoohkan atau menertawakan, meskipun menggelikan. MUngkin adat di tempat asal orang itu memang begitu. Kita mengenal pribahasa “Lain Ladang Lain Belalan Lain Lubuk Lain Ikannya”.
Halo dunia!
Januari 26, 2008Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!